2015/11/21

Hazel’s Thoughts About Autumn - 01

Cerpen Hazel’s Thoughts About Autumn – 01;

Musim gugur tahun ini sangatlah berbeda, maksudku, sama. Namun, kemeriahannya takkan pernah membosankan. Entah mengapa musim gugurlah musim favoritku. Dedaunan yang berjatuhan berwarna hazel sungguh mengesankan, apalagi ketika diinjak, suaranya sungguh menggiurkan, mungkin karena itu aku dinamakan Hazel.
Dulu aku selalu berbaring dengan teman sepermainanku di tumpukan dedaunan musim gugur, namun ia memilih meninggalkanku dan kuliah di luar kota.
Sekarang siapa lagi temanku? Yang mencintai musim gugur jua? Hm, rasanya tanpa dia hidupku serasa tidak lengkap. Bukan berarti aku tidak memiliki teman, tentu saja ada, namun tidak sepermainan.
Hari ini ada kelas, aku harus pergi.
*****
Kelas tadi sungguh seru, dosennya gemar mengundang gelak tawa. Aku akan duduk di bawah pohon yang tak lagi berdaun itu, deh.
Sekarang kok aku jadi sendiri terus, ya? Entah kenapa orang lain membenci musim gugur, padahal di sinilah perbatasan antara musim panas dan musim salju.
Yah, sepertinya, benci tetaplah benci.
“Hai, anak baru, ya?” seseorang menepuk pundakku. Wajahnya terlihat tidak asing, dia… kakak-kakak pembina masa orientasi siswa di kali pertama aku masuk.
Dengan perlahan aku menjawab, “Iya, kak.”
“By the way, Hans.” ia menjulurkan tangannya, seolah-olah ingin aku membalasnya. “Hazel, Hazel Saddlebrown.” dengan cepat aku membalasnya. “Namamu diangkat dari nama warna, ya?” tanya Hans kepadaku, jarang bagiku ada orang yang menyapaku di sini, di bawah pohon yang tak berdaun.
“Iya..”
Kami menghabiskan waktu untuk berbincang-bincang, termasuk menanyakan asal-usul satu sama lain. Dan sampai menyangkut masalah percintaan. Kurasa ini adalah awal musim gugur yang paling menyenangkan.
“Thanks banget, kak. Udah nemenin ngobrol tadi, sekarang aku ada kelas lagi. Dah.” ucapku seraya tertawa geli. Atas pembahasan konyol tadi.
to be continued.

Sumber: http://a-iosha.tumblr.com/post/133136872824/hazels-thoughts-about-autumn-01 [Aiosha]