2017/07/22

My Wife Is A Beatiful CEO Chapter 1 - Mutton Skewer Seller

Chapter 1: Mutton Skewer Seller

Dimalam hari, dipasar petani yang berada diwilayah kota barat Zhong Hai, ada banyak pejalan kaki berisik dan kendaraan yang tidak biasa jalan lewat, sayuran daun dan air kotor bertebaran ditanah, ada banyak sekali papan nama toko yang memudar, dan kadang kadang hanya ada satu lampu neon yang menyala, ada pekerja yang pulang kerumah, anak anak yang pulang dari sekolah, orang tua yang membeli belanjaan, dan banyak orang yang berkeliling, sehingga debu abu abu dilangit terlihat lebih menyedihkan.

Mungkin dikota metropolitan seperti ini, wilayah semacam itu adalah noda yang paling banyak ditakuti orang, wilayah yang mereka inginkan tidak pernah ada.

Disamping sebuah dinding persimpangan, ada seorang pria santai dan puas melakukan apa yang orang lain anggap memalukan.

Ini adalah seorang pemuda yang ditutupi minyak dan kotoran, yang menjual tusuk daging kambing. dia memakai rompi putih, celana berwarna kopi, dan sandal plastik biru.
(tnnoname:saya hanya mengikuti engnya disana tertulis '
coffee-colored pants')


Rambut pemuda itu berantakan, tapi punya wajah dewasa dan tampan, jika seseorang melihat lebih dekat, orang akan menyadari bahwa ini adalah seorang pria dengan tulang punggung, sayang sekali tidak perduli bagaimana penampilannya, para wanita yang berjalan dipinggir jalan bahkan tidak mau meliriknya, karena, dia hanya penjual tusuk sate kambing.

Pemuda itu meletakan tusuk daging kambing yang baru dimaskanya kesamping, dengan cuaca yang panas, memanggang pun sangat mudah tapi menjualnya sangat sulit, 50cents untuk dua tusuk sate dianggap murah, tapi setelah seharian penuh, dia hanya menghasil sedikit lebih dari 10dollar, hampir tidak cukup untuk makan 2kali.

Namun, pemuda itu sepertinya tidak merasa kecewa dengan hal ini, dia malah menunjukkan ekpresi santai dan puas, dia duduk dikursi, melihat kearah jalan yang ramai, seolah pemandangan seperti adalah pemandangan yang terindah.

"Old Li, ini sudah saatnya kau membayar apa yang kau sepakati 2 hari yang lalu!" Sebuah suara laki laki yang bernada tinggi tiba tiba muncul dari samping.

3 laki laki yang mendekat itu tidak terlihat seperti diatas 20 dan berpakaian seperti gangster, dengan rambut lurus, rantai perak, celana jins belubang, wajah kurus, dan sebatang rokok dimulut mereka.
(tnnoname: mungkin umurnyanya tidak terlihat seperti diatas 20)


Old Li adalah penjual cemilan gorengan tepat disamping anak muda itu. demikian pula, karena cuaca yang panas ia tidak memiliki banyak urusan dan duduk dikursinya dengan ekpresi cemas.ekspresi cemas.

"ini ......" Old Li menunjukkan wajah pahit, " Tuan muda, mohon bersabarlah. dengan cuaca yang panas ini, bagaimana aku bisa membayar tanpa bisnis ....

"Dengarkan ini Old Li, jangan mengambil beberapa yard setelah diberi beberapa satu inci. jika bukan karena Big Bro Feng melindungimu, warung ini pasti sudah rusak sejak lama. " seorang pengikutnya mengatakan dengan cara mengancam, namun memuji.1

Berandal yang disebut Big Bro Feng tampak sangat senang, dia menepuk bahu pengikutnya, dan berkata, "Biaya perlidungan hari ini, kau bisa memilih untuk membayar atau kau dapat memilih untuk tidak membayar, aku harus mendapatkan uang dengan cara yang baik. jika tidak, aku akan menhancurkan warungmu sekarang! " dengan mengatakan itu, dia mengambil tusuk sate, mengambil dua gigitan besar dan melemparkan sisanya ketanah.
(tnnoname: kau memancing macan yang sedang tidur :') oh so sad RIP hooligan)


Old Li terjebak tanpa jalan keluar dan dengan erat mencengkran notes kecil disakunya, mempertimbangkan memberi atau tidak memberinya seperti itu, uang itu dimaksudkan untuk istrinya agar bisa menemui dokter, bagaimana dia bisa menggunakan sebagai "hadiah" untuk bajingan ini !?

"Aku akan membayar untuk dia. " Pria dari warung tusuk sate daging kambing itu tiba tiba berjalan mendekat, dan mengeluarkan beberapa notes dari sakunya, bahkan tidak sampai 100dollar. dia menyerahkannya dan dengan acuh berkata: | Hanya ini yang aku miliki, Old Li sangat membutuhkan uang tahun ini, kalian seharusnya mengumpulkan beberapa karma bagus.

Sipenjahat kecil itu menyipitkan mata dan tertawa, lalu mengambil notes itu dan menyerahkannya kepengikutnya, " Yang Chen, kau ingin berpura pura menjadi orang baik, tapi kau belum membayar biaya perlidunganmu sendiri!"

Yang Chen mengerutkan alisnya, merenung dalam hatinya mengapa orang orang ini tidak belajar dengan belajar seusia mereka, kenapa menjadi penjahat, tapi karena dia bukan ayah mereka, bukan posisinya untuk mengatakan sesuatu. dia juga tidak ingin menimbulkan masalah, jadi dia berkata: " besok, aku akan membayar besok."

"Bagus, aku bukan orang yang tidak simpati, semua orang harus bekerja sama. aku melindungi bisnismu dan kau membayar uang untukku sebenarnya ....... aku akan datang besok untuk mengumpulkannya. " setelah berbicara, sipenjahat kecil dan kedua pengikutnya berjalan menuju warung warung lain, membawa mereka kesedihan.

Mata Old Li sudah memerah, dia dengan tajam menatap Yang Chen, " Yang Kecil, kenapa kamu menyusahkan dirimu sendiri? kau selalu membantuku membaar preman itu, bagaimana aku harus membiarkan ini terus berlanjut ... "

Mata Old Li sudah memerah, dia dengan tajam menatap Yang Chen, "Yang Kecil, mengapa kamu menyusahkan dirimu sendiri? Anda selalu membantu saya membayar preman tersebut, bagaimana saya membiarkan ini terus berlanjut .... "

"Old Li, Jangan berkata hal seperti itu. ketika aku baru saja tiba dan tidak terbiasa tinggal disini, aku mungkin tidak punya teman untuk diajak bicara, jika bukan karenamu, kau adalah penolongku, dan ini adalah caraku untuk membayarmu kembali. "

"Kau nak ... apa yang harus aku katakan kepadamu ... .. " Old Li sepertinya mengerti bahwa dia tidak bisa meyakinkan Yang Chen dan hanya bisa menghela napas.

Yang Chen tidak keberatan dan tertawa, itu adalah tawa yang membosankan namun tulus. seakan pemerasan tadi tidak mempengaruhi moodnya, " Omong omong, bagaimana penyakit istrimu?"

Old Li Penuh dengan rasa syukur, " Terima kasih banyak telah memberiku uang untuk mengoperasi istriku . saat ini dia hanya perlu melakukan beberapa pemeriksaan lagi, minum obat dan kemudian dia akan baik baik saja. "

"Oh itu bagus! aku berharap dia pulih lebih awal. " Yang Chen dengan puas mengangguk.
(tnnoname: istrinya Old Li agak ngeselin, sorry sedikit spoiler karna tangan saya sedikit gatal untuk spoiler :').)


Old Li tertawa. terbahak bahak. " Yang Kecil, uang yang kau pinjamkan padaku pasti akan dikembalikan jika aku tidak dapat mengembalikan semuanya sebelum aku mati, anak perempuanku akan menanggung hutang ...... sayangnya, jika bukan karenaku, 100.000dollarmu pasti bisa digunakan untuk membuka toko yang bagus. kau tidak perlu datang kesini dan menjual tusuk daing kambing. dan tidak perlu menanggung siksaan sipenjahat itu. "

Yang Chen tersenyum. "Aku sedikit menikmati cara hidup seperti ini, menjual tusuk daging kambing tidak buruk, itu cukup sederhana untuk memberi makanan."

"Kau juga ......." Old Li sedikit tertekan saat dia berkata, "Yang Kecil, kau berusia 23 atau 24 tahun, anak anak muda seusiamu seharusnya belajar diuniversitas, atau dengan tekun berusaha mebangun karir. sekarang kau bahkan tidak punya pacar, apakah kau berencana untuk menjual tusuk sate sepanjang 
tahun? kau tidak khawatir, tapi aku merasa khawatir saat melihatmu. "

Melihat Old Li benar benar mengekpresikan kekhawatiran untuk dirinya, Yang Chen tanpa sadar mengunkapan ekpresi sedikit pahit, bukan karena dia tidak khawatir, dia sama sekali tidak pernah memikirkannya sama sekali.

Setelah malam tiba, Yan Chen merapikan warungnya, dan mendorong gerobak itu kembali keapartemen jelek yang disewanya.

Ini adalah sebuah apartemen kecil yang sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu. sewa untuk setiap bulan hanya 100dollar. hanya karena  tak ada yang mau tinggal disini, ini murah. tidak seperti orang lain yang khawatir rumah hancur berantakan, Yang Chen memutuskan untuk pindah saat dia melihat betapa murahnya itu.

Rumah Yang Chen sangat sederhana, kebanakan barang bekas yang dibuang orang lain. ada tempat tidur, lemari, kursi, dan TV yang hanya bisa menonton beberapa saluran dasar.

Setelah mendorong gerobak kecil itu kerumah kecilnya, Yang Chen menatap kalender yang tergantung didinding. dia memeriksa tanggal, tiba tiba teringat sesuatu, dan segera berlari ketoilet.

Dalam waktu kurang dari 5 menit, dia mandi air dingin, dan keluar dari kamar mandi telanjang, kulitnya berwarna kuning sehat, tubuhnya yang proporsional tidak terlalu mencolok, tapi dibawah pengamtan yang cermat, orang bisa merasakan maskulinnya.

Sambil berjalan menuju kabinet disamping tempat tidur, Yang Chen menggaruk kepalanya dalam kesusahan sambil melihat tumpukan pakaian tak beraturan. dia mengambil beberapa dan akhirnya mengenakan kemeja kuning, sepasang celana light linen, dan memakai sandal plastik yang sama.

Setelah meninggalkan rumahnya, Yang Chen bergegas menjuju jalan arah barat yang paling makmur, yang juga merupakan satu satunya jalan yang paling jelek didaerah barat, yang diberi nama "Bar Street".

Kehidupan malam berpesta dan mencari kesenangan ada disekitarnya, ada rok yang berwarna warni dan bermacam macam parfum yang berbeda, begitu memasuki Bar Street, suasana kota tesapu bersih.

Yang Chen tidak secara terbuka menatap seperti beberapa pria muda yang menatapnya secara terang terangan dan tidak bermoral, dan juga tidak diam diam mengintip paha wanita cantik dijalan dimana yang lain meneteskan air liur.

Papan lampu neon yang dinyalakan dibar tidak dianggap menyilaukan, bar yang hanya bisa dianggap berukuran sedang berisi udara misteriujs, Cahaya berbentuk mawar menghiasi papan nama.

Setelah memasuki bar, Yang Chen berjalan kesisi meja dengan cara biasa, dan duduk disebuah sudut.

"Big Bro Chen, kau disini." Bartender muda itu mengenakan rompi memperhatikan Yang Chen, dan memperlihatkan senyum hangat, pada saat bersamaan, dia mengeluarkan secangkir air: "Big Sis Rose sudah lama menunggumu."

Yang Chen memberinya senyuman, lalu menyesap gelasnya, " Big Sis Rose tidak marahkan? aku pulang sedikit terlambat, jadi aku terlambat datang. "

"Tidak marah, tidak marah." Zhao kecil tersenyum, seolah beberpa jerawat diwajahnya yang bulat juga tersenyum kepadanya. dengan nada memohon. dia berkata, "Big Bro Chen, kalau ada waktu tolong ajari aku. metode macam apa yang kau gunakan sehingga kau berhasil menangkap Big Sis Rose kita? kau tahu, jika orang orang diZhong Hai yang tertarik dengan atasan kami membuat antrian, mereka bisa mengantri dari wilayah barat sampai kelaut. selama bertahun tahun aku belum pernah melihat bos jatuh cinta dengan pria lain. namun hari ini, hanya kau yang diminta masih disini, tidak kurang dari lima kali ..."
(tnnoname: mungkin maksud disuruh datang kebar lebih dari 5kali.)

"jangan bicara omong kosong, tidak ada yang terjadi antara aku dan Big Sis Rose ... .." Yang Chen tak berdaya, dan dengan tak senang menjawabnya.
(tnnoanem: belum sekarang ( ͡° ͜ʖ ͡°) tapi nanti)

Zhao kecil menunjukkanekpresi 'aku tidak akan percaya bahkan jikau kau membunuhkan', lalu menghela napas, "Astaga ..... Big Bro Chen, sejujurnya, sikap dinginmu tehadapnya terlalu tinggi, untuk bisa memilih kecantikan yang memukai seperti perempuan kami. pria mana yang tidak akan menempel padanya setiap hari? hanya kau, yang datang sesekali dan bahkan membiarkan kecantikan menunggumu, jika tidak, mengapa orang mengatakan bahwa hal hal yang tidak dapat kau dapatkan adalah yang terbaik? kalimat ini cocok untuk digunakan pada wanita ... .."

Sejujurnya Zhao menunjukkan ekpresi orang bijak percintaan dan melebih lebihkan, sebuah suara menawan namun bermartabat dan cerdas muncul dibelakangnya, "Zhao Kecil, berapa kali lagi menurutmu gajimu bisa dipotong?"

Seakan terkejut dengan sengatan listrik, Zhao kecil tercengang. begitu dia kembali sadar, dia langsung buru buru dan pura pura mencampur minuman, seolah tidak ada yang terjadi, tapi keringat dingin dikeingnya tidak bisa menghilangkan rasa takut dihatinya.

dengan Qipao modern yang elegan, pahanya samar samar terlihat melalui celah sisi kakinya yang mengeluarkan daya tarik seks yang membangkit semangat, selain itu payudara montoknya, dan pinggang yang indah cocok dengan wajah halusnya tampak seperti karya seni yang sangat teliti, dibahunya ada helai rambut ungu muda. ini adalah seorang wanita muda dengan penampilan seperti dia keluar dari sebuah lukisan, saat dia berjalan santai menuju arah Yang Chen.2

Yang Chen tersenyum dengan kedua wajah dan matanya menyipit, memandangi wanita itu tanpa sedikit kecanggungan, dan dengan tulus berkata, " Big Sis Rose, kau benar benar cantik, selamat ulang tahun."


ToC|Next Chapter

***
hanya sedikit pemberitahuan:
1.Yard : 
Yard (disingkat: yd) adalah satuan dasar untuk ukuran panjang dalam unit imperial. Menurut sistem yard internasional, 1 yard sama dengan 3 kaki atau 36 inci. Satuan luas yang menggunakan yard disebut yard pesegi. Yard juga sering digunakan untuk menyatakan jarak. lengkapnya >> Wiki .
2. Cheongsam/Qipao

Followers