2017/07/23

My Wife Is A Beatiful CEO Chapter 2 - Money is Needed to Find a Prostitute

Chapter 2 - Money is Needed to Find a Prostitute

Mendengar pujian itu, Rose wajahnya sedikit memerah, mengigit bibirnya yang halus, dan dengan nada penuh kekesalan dia berkata, "Apa gunanya cantik? Menunggu seseorang tertentu yang jarang datang, dan bahkan saat ulang tahunku orang itu masih datang terlambat

Menghadapi wanita manis dan menawan ini, sedikit hawa nafsu berkembang didalam diri Yang Chen, meningkat secaraeksponensial karena matanya yang memikat menatapnya, tanpa perasaan kebencian. namun, dengan hati yang mulai Yang Chen berhasil menekan hasrat liarnya. mengembalikan ketenangannya, dia berkata, "Aku tidak minum, dan aku juga tidak bagus mengucapkan kata kata yang membuat wanita senang. lagi pula, aku hanya membuka sebuah warung, dan benar benar tidak punya banyak waktu santai tersisa. "

Rose dengan enggan melotot pada Yang Chen. " Jangan mengatakan kata kata tak berguna seperti itu padaku, membuka warung? apa yang baik tentang mebuka warung tusuk sate daging kambing jelek? bahkan jika kau bekerja sampai mati kau tidak akan mendapatkan banyak uang,, jika kau benar benar ingin menghasilkan uang, datang dan jadilah pengurus rumah tanggaku. gaji yang akan kubayar setiap bulan akan 100kali lipat dari apa yang kau hasilkan dari menjual tusuk sate daging kambing! "
(tnnoanme: oh sial MCnya ditawarin jadi pengurus rumah tangga, omong kosong macam apa ini kehidupan seksual yang menggairahkan tanpa bekerja. ups sorry)

Yang Chen dengan pahit tertawa dan berkata. " Big Sis Rose, pria biasanya tidak menjadi pembantu rumah tangga. "

"Sudah kubilang berkali kali, panggil aku Rose, kenapa kamu selalu memanggilku Big Sis, Big sis, Big Sis, apakah aku setua itu?"
(tnnoname: yah enakkan nama nama yang gitu gua pake bahasa inggris aja gk enak nyebutnya pake indo kalo diTL jadi gini. kakak perempuan besar Rose.)

Yang Chen hanya bisa menyerah. "Baiklah Rose, aku salah. hanya saja, aku sedikit menikmati gaya hidpku saat ini, karena saat ini aku tidak berniat mengganti perkerjaan. "

Karena tidak mau menyerah, Rose berkata, "Kau tidak harus menjadi pengurus rumah tangga saat itu, karena pengawalku akan melakukannya dengan benar? atau, aku bisa membiarkanmu menjadi manajer BAR, aku jarang sekali mengawasi tempat ini, aku biasanya membiarkannya. "

Mendengar kata kata ini, Yang Chen merasa sedikit tersentuh, tentu saja di tahu wanita ini benar benar peduli padanya, tapi dia memiliki prinsip sendiri, sejak hari dia bertemu Rose, dia memutuskan untuk tidak terlalu intim dengan wanita ini.

"Lupakan saja Rose, aku merasa bahwa menjual tusuk sate daging kambing cukup bagus, pasar petani juga memiliki cukup banyak orang baik." Yang Chen menurunkan kepalanya untuk minum, tidak mau melanjutkan masalah ini.

Melihat sikap keras kepala Yang Chen, Rose mengerutkan kening, lalu dengan marah berbisik pada dirinya sendiri, "Itu bagus jika kau menjadi priaku..... "

Apa yang tidak disadarinya adalah, kata kata yang dia katakan, bahkan dia sendiri hampir tidak bisa mendengarnya, namun kata kata itu sangat jelas diketahui oleh Yang Chen, tapi Yang Chen berpura pura tidak mendengar apapun.

Tidak peduli betapa redupnya lamu dibar, wajah dan fisik Rose mash memancarkan pesona yang sangat menarik, namun, dari saat Rose muncul, bahkan ketika beberapa orang memperhatikannya, mereka hanya berani satu kali tatap sebelum berpaling kearah lain. beberapa pelaggan baru yang penasaran bertanya pada pelaggan yang disekitar Rose, dan pada akhirnya hanya ada satu jawaban - "Minum, minuman sendiri, jangan mencari kematian. "

Merasa sedikit dikalahkan, Rose berjalan kesisi lain meja, duduk disamping Yang Chen, pertama menuangkan segelas wiski untuk dirinya sendiri, lalu menuangkan satu lagi untuk Yang Chen, memutar matanya dan berkata, "Sapi tua, aku tahu kau, tidak apa apa jika kau tidak mau tinggal disisiku, namun hari ini adalah ulang tahunku, bisakah kau membuat pengecualin dan minum segelas minuman keras? "

Yang Chen ragu sejenak, kenyataannya, bukan karena dia tidak bisa minum, hanya saja setiap kali dia minum , alkoholnya akan menyebabkannya gangguan pada jiwanya. terlalu banyak hal yang tidak ingin diingatnya, karena itulah dia harus bersikap tenang. karena itu, untuk dia, alkohol itu beracun ...
(tnnoname: mungkin maksud siYang Chen gk mau mabuk kalo mabuk dan pikiran kosong keingat hal hal dimasa lalu dan dia gk mau itu.)

Sambil sedikit menundukkan kepalanya, dia melihat celah diQipao Rose, dan kulit putih lembut seperti porselen yang cantik. dibawah pergelangan kakinya yang indah itu ada sepasang sepatu bertumit tinggi berwarna merah,

dengan cara yang berulang kali dan dengan godaan yang mengerikan yang membangkitkan hormon pria Yang Chen.

Ketika seorang pria bertemu dengan seorang wanita, diantara hormon, reaksi hormon adrenal kalenjer, evaluasi yang paling mudah adalah hormon wanita, terbukti, Rose berhasil mendapatkan kesuksesan dalam hal ini.

Pada saaat seperti ini Yang Chen melakukan yang terbaik untuk menekan reaksi tubuhnya, Rose akhirnya berdiri, memberi senyum licik, seolah olah dia adalah rubah yang berhasil menajalankan recananya, "Itu bagus, priaku, sepertinya 'modal'mu luar biasa kuat huh ..... "

Yang Chen memaksakan sebuah senyuman, tentu saja dia tahu apa maksud Rose, wanita ini, dia benar benar melihatnya saat dia mendekatinya diawalnya.

"Aku bisa melihatnya kau masih bisa bertahan duduk disini, aku akan mennghibur pelangganku yang lain, jika kau tidak ingin tinggal lama, kau mungkin akan pergi. " Rose meninggalkan tempat duduk dengan cara alami dan bebas, dan berjalan menuju pelaggang lain.
(tnnoname: oke cwe itu bukan lacur jgn berpikir yang tidak tidak, dan dia adalah BOS diBAR itu)

Sebenarnya, wajah Rose tersenyum dengan penuh gairah, sifatnya yang luar biasa itu cukup membuat sebagian besar pria merasa teintimidasi, sehingga mereka hanya bisa melihat dari jauh, juga, mereka tidak ingin memperlihatkan pikiran tentang yang tidak tidak(mesum), karena tidak ada yang menginginkan penolakan.

Saat Rose pergi, Yang Chen menarik napas lega, dan pada saat bersamaan dia diam diam menghina dirinya sendiri. selama setengah tahun terakhir dia kembali kenegara ini, sepertinya dia sudah sedikit berubah.

Jika itu adalah Yang Chen dimasa lalu, menghadapi wanita yang memikat seperti Rose yang sangat peduli padanya, bahkan tidak ada kebutuhan baginya untuk merayunya, dia pasti sudah melemparkannya ketempat tidur sejak lama tanpa mempedulikan apapun konsekuensinya. bagaimanapun, setelah selesai melakukannya dia bisa pergi.

Namun, dia tidak bisa melakukan itu sekarang, terutama pada Rose yang dia anggap sebagai salah satu teman pertamanya diZhong Hai, dan baginya, didalam hatinya dia sangat penting.

Meski hanya minum sedikit, alkohol sudah mulai mempengaruhi pikirannya. Yang Chen merasa keinginannya untuk minum alkohol sudah bangkit, namun dia tidak berani minum berlebihan, rasa sakit karena mengingat hal hal yang tidak diinginkan setelah minum adalah sesuatu yang hanya bisa
dia mengerti.

Namun, melihat tubuh bagian bawahnya masih memiliki tanda yang tinggi, Yang Chen merasakan kebutuhan untuk melampiaskan sebagian dari perasaannya yang terpendam, lainnya 'itu' tidak akan berhenti sampai mati, tapi tentu saja, tidak dengan Rose, begitu mereka melakukan hubungan itu, akan sulit baginya untuk lolos.

Setelah minum secangkir air, Yang Chen diam diam meninggal BAR Rose, saat dia pergi, mata Rose diam diam mengawasinya pergi, ada rasa kecewa.

Diluar BAR, yang Chen melihat sekeliling, sebelum akhirnya berjalan menuju sebuah BAR kecil didekat itu, mungkin ada banyak mangsa diBAR kelas tinggi, tpai uang didompet Yang Chen tidak akan cukup.