2017/07/24

My Wife Is A Beatiful CEO Chapter 4 - Reaction

Chapter 4 - Reaction

Saat cahaya pagi masuk melewati bintik bintik jendala dan masuk kerumah Yang Chen, Yang Chen menggelengkan kepalanya dengan bingung, dia ingin bangun, tapi tiba tiba merasakan sesuatu yang lembut melilit diirnya.

Yang Chen yang lansung menjernihkan pikiran melihat kebawah, tentu saja, itu adalah wanita mabuk yang dia pulang tadi malam.

Pada saat ini lengan yang seperti teratai memeluk pinggangnya. dibawah selimut itu, sepasang payudara montok menjepit pahanya, titik sentuhan yang indah itu seperti sehalus kain sutra, sepasang paha putih dan melingkar disekitar bagian bawah tubuhnya dengan baik, sedikit memperlihatkan garis pantat yang memikat, dengan beberapa jejak bekas tadi malam.

Sangat cocok dibandingkan dengan suara tidur nyenyaknya dan wajah polos yang cantiknya, yang membuat Yang Chen tidak bisa berpikir, diantara semua wanita yang pernah dia temui seumur hidupnya, wanita ini pasti masuk diatas 3 besar.

Sama seperti Yang Chen yang berpikir tentang sosok potongan seni yang dibuat oleh langit, dari sudut matanya, dia tiba tiba melihat diujung tempat tidur, ada nodah marah kering diseprai!

Perasaan hatinya seperti ditarik, Yang Chen mengerutkan kening saat melihat wanita yang masih terlihat mengabaikannya, sedikit terkejut, darah ini jelas bukan darahnya, tapi itu benar benar tidak terduga, kecantikan yang mabuk tadi malam itu sebenarnya masih perawan.

Banyak hal yang dipikirkan setelah kejadian itu dengan melihat sekilas, Yang Chen dengan cepat mengerti, sangat mungkin sibotak kemarin membiusnya. jika bukan karena dia menakut nakuti kelompok itu karena berbagai alasan, wanita berambut hitam cantik ini pasti adalah mangsa botak dan gengnya. itu juga karena dia terlalu banyak mabuk kemarin, karena dia tidak menyadari keganjilan bahkan setelah naik ketempat tidur.

Sama seperti Yang Chen duduk diranjang memikirkan bagaimana cara menangani situasi ini, wanita yang tidurnya dengan akhirnya terbangun.

Setelah wanita itu membuka matanya dengan bingung, dia dengan ringan mengangkat kepalanya, dan melihat Yang Chen menatapnya dengan tenang.

Pria yang berdiri didepannya sangat asing, namun tampak terasa kenal. dihidungnya, ada bau tubuh pria berat dan yang lainnya. melakukan yang terbaik untuk memikirkan apa yang sedang terjadi, adegan adegan yang terputus tadi malam muncul dalam pikirannya ..... wanita itu dengan cepat mengerti bagaimana keadaannya!

Setelah Yang Chen mengetahui bahwa dia bukan pelacur, dia sangat penasaran bagaimana dengan reaski wanita ini, berteriak? memukulinya dan memarahinya? panggil polisi? atau bahkan memerasnya? jika memang begitu, Yang Chen tidak akan merasa bersalah, dia mungkin melakukan apa yang dia inginkan, jika bukan karena dia, dia pasti sudah menajdi alat pembersihan untuk sekumpulan pria itu. jika dia harus disalahkan, dia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri karena tidak berhati hati, kesalahan memasuki sarang serigala.

Namun, reaksi wanita misterius sangat tenang.

Dia tidak terburu buru duduk, dibawah sinar matahari yang membosankan, dia keluar dari selimut Yang Chen memperlihatkan sosok pahatan batu giok putih. serangan visual membuat pernapasan Yang Chen berubah dalam dan berat.

Ditubuhnya bahkan ada tanda merah, jejak merah dari pukulan dipantatnya, dan bahkan sisa kental dari seorang pria, ini bisa membuat imajinasi seseorang menjadi liar.

Wanita itu turun dari tempat tidur tanpa sedikit pun kecanggungan, dan bahkan kemaluannya yang harum itu dapat dengan mudah terlihat.
(tnnoname: sial kenapa translatennya berasa jadi orang mesum)

Tapi justru ketidak peduliannya dan ketenangan ini, yang membuat Yang Chen merasa terkejut didalam hatinya, menarak napas dalam dalam, lalu dia berkata, "Aku minta maaf."

Pada saat itu wanita itu berbalik untuk memakai celana dalamnya, mendengar kata kata itu, dia tidak bisa menahan diri untuk berhenti sejenak, tapi dia tidak berbicara atau berbalik, dan terus memakai bajunya

Yang Chen tidak mengatakan apa apa lagi, tapi merasa ada batu yang menimpa hatinya, sehingga sulit bernapas, sudah bertahun thaun sejak dia merasa bersalah karena melakukannya dengan wanita.

Selama waktu itu, kebanyakan wanita hanyalah obat untuk luka lukanya, dan bukan jenis yang sama yang memiliki pikirannya mereka kepadanya, tiba tiba, seorang wanita yang baru menghabiskan satu malam dengannya membuat hatinya merasa bingung dan penuh rasa bersalah, Yang Chen mulai curiga apakh dia terlalu tenang, dan kepribadiannya lembut.
(tnnoname: mungkin maksudnya saling suka gitu.)

Dalam waktu kurang dari 5 menit, wanita itu sudah memakai pakaiannya dengan benar, sedikit merapikan penampilannya, untuk memastikan tidak ada keanehan dengan penampilannya. setelah itu, diam seperti sebelumnya, dia berjalan menuju pintu.

Yang Chen melihat dia pergi tanpa sepatah kata pun, jadi dia tidak bisa tidak bertanya, " kau tahu jalan kembali? apakah kau ingin aku mengantarmu kembali?"

Kali ini wanita itu bahkan tidak berhenti, dia keluar dari ruangan, dan dengan santai menutup pintu.

Yang Chen menatap dengan bodoh pintu yang tertutup, dan tidak bisa menahan tertawa pahit. wanita ini dianggap berkualitas diantara wanita yang pernah dia lihat sepanjang hidupnya, sama seperti dia akan turun dari tempat tidur, Yang Chen yang pendengarannya jauh melampau kemampuan rata rata orang, mendengar suara tangisan, datang dari koridor .....

Sepertinya dia masih menangis, bagaimanapun, dia tidak mau membiarkan dia melihat atau mendengarnya, sayangnya, wanita itu tidak tahu bahwa pendengarannya jauh melampaui rata rata, ajdi dia tidak bisa menghindar darinya.

Begitu dia memikirkan bagaimana selama beberapa waktu itu wanita itu secara paksa menahan air matanya, perasaan bersalah Yang Chen sekali lagi berkobar.

?

Setelah merapikan, Yang Chen ingat bahwa dia masih harus membuka warung tusuk daging kambingnya, meskipun warung itu tidak menghasilkan banyak uang, dia selalu menikmati berada ditempat yang ramai dimana dia bisa melihat orang orang datang dan pergi, perasaan tenggelam dalam dunia yang selalu berubah, uang tidak masalah.

Setelah mendorong gerobak jualan roda satunya ketempat kerja, Old Li yang telah menjual gorengannya tersenyum pada Yang Chen, " Yang kecil, kamu datang terlambat hari ini, apakah kamu melakukan kencan atau sesuatu kemarin?"

Didalam hatinya Yang Chen bergumam, itu tidak ada kencan, tapi itu ada ditempat tidur, dan kenyataannya dia menjawab, "Bagaimana bisa ada hal seperti itu? jangan biarkan pikiranmu melayang, aku hanya ketiduran. "

Old Li tertawa, dan dengan puas dia berkata, "Keluargaku Jinjing sudah menyelesaikan magangnya dan kembali kerumah, kemarin dia bahkan menyuruhku untuk mengingat kebaikan yang kau tunjukkan kepada kami. Yang kecil, jika bukan karenamu, bagaimana mungkin kita bisa membiarkannya keduanya membiarkannya istriku menemui dokter dan memberi Jinjing uang yang cukup untuk bertahan selama magang ditempat yang jauh? "

Putri Old Li, Li Jinjing, adalah anak dia dan istrinya kandung terlambat, harta mereka, ketika dia lulus dari universitas, dia pergi kekota lain untuk magang selama dua bulan, sebelum kembali kerumah.
(tnnoname: gk tau mau ubah jadi apa ini kata kata' is the child he and his wife conceived late'.)

Yang Chen pernah bertemu dengan gadis itu dua kali, dia diklasifikasikan sebagai permata cantik, namun dia adalah anak perempuan temannya, jadi dia tidak akan memiliki pikiran tentang dirinya.

"Haha, ingat kebaikan apa? dimasa depan ketika aku kehabisan uang tunai untuk makan, kau bisa membiarkanku memakan beberapa makanan tidak apa apa. "Yang Chen mengatakan candaan.

"Baiklah kalau begitu!" Old Li tiba tiba mengangguk, "jika kau tidak menyebutkannya, aku pasti sudah lupa, istriku dan Jinjing mengajakmu untuk kerumah kami dan makan untuk mengungkapkan rasa terima kasih kami dengan benar, malam ini! "

"Ini ..... tidak perlukan? keluargamu mengalami kesulitan untuk mendapatkannya sendiri, untuk apa kau mengundangku untuk makan? "

Old Li pura puara marah saat berkata, "seberapa mahal makanan bisa didapat? hanya teh dan nasi putih kasar, Yang kecil, jika kau tidak datang kau akan menahan hinaan keluargaku. "
(tnnoname: ini gua gk ngerti apa maksudnya :3.)

Yang Chen ditinggalkan tanpa pilihan apapun, dia tidak bisa terus keras kepala pada orang tua yang tangguh itu, jadi hanya bisa mengangguk setuju, dan Old Li dengan senang tersenyum.
tapi tepat pada saat itu, beberapa sosok penjahat sekali lagi muncul dipasar, candaan Yang Chen dan Old Li,

Yang Chen ditinggalkan tanpa pilihan, dia tidak bisa terus keras kepala pada orang tua yang tangguh ini, jadi dia hanya bisa mengangguk setuju, dan Old Li dengan senang tersenyum.

Tapi tepat pada saat itu, beberapa tokoh penjahat sekali lagi muncul di pasar, bercanda Yang Chen dan  Old Li, penjahat kecil terkenal itu menyeringai.
.

Followers